Roma Minat Dengan Kessie, Namun Impiannya ke United

franck-kessie

AS Roma dikabarkan sedang berusah untuk mendapatkan tanda tangan gelandang yang bernama Franck Kessie, menurut manajer umum klubnya Atalanta, Luca Percassi. Akan tetapi impian sang pemain ingin bergabung dengan Manchester United.

Pemain asal Pantai Gading itu terus menunjukkan penampilan terbaiknya di Seri A musim ini, yang merupakan gelandang terbaik di Liga Domestik. Yang sebelumnya Kessie sempat dikaitkan oleh AS Roma pada jendela transfer pada bulan Januari.

Begitu juga dengan Chelsea dan Arsenal memiliki minat untuk mendapatkan jasa Kessie. Meski dirinya akan merasa sulit untuk memberikan penalokan bermain di Stamford Bridge. Dimana hati sang pemain tersebut lebih memilih untuk hijrah ke Old Trafford.

franck-kessie
kessie yang sedang membela timnya atalanta

Roma Menyatakan Ketertarikan Kepada Kessie

“Roma benar-benar sangat ingin memiliki pemain kami yang bernama Kessie,” ujarnya kepada media.

“Meski Roma merupakan salah satu tim yang tertarik kepadanya. Mereka melihat bahwa dia adalah pemain yang dapat di posisi manapun. Dengan kemampuan yang dimiliki, dia mampu membuktikannya di lapang setiap pekannya.”

Pada musim ini, Atalanta telah memberikan kejutan untuk masuk ke kualifikasi Eropa dalam ajang Seri A musim. Meski pelatih tim yang bernama Gian Piero Gasperini, tidak memiliki kekhawatirannya terhadap skuad yang dimilikinya. Usai mereka harus kehilangan Matia Caldara yang bermain di Juventus dan juga Roberto Gagliardini yang memilih bergabung dengan Inter Milan.

“Menurut kami, itu merupakan sebuah kepuasaan yang lebih jika Atalanta adalah batu loncatan bagi para pemain untuk bisa bermain di klub terbaik,” tambah Percassi.

“Kami harus menghormati dengan cara kami. Ini akan menjadi tidak wajar bagi kami untuk tidak menerima transfer yang signifikan. Untuk melihat Gagliardini yang bergabung dengan tim hebat. Yang menjadi kebanggaan dan kepuasan bagi kami dan memberikan kekuatan untuk filosofi kami dan seluruh lingkungan di klub .”

Bek asal Inggris, Eric Bailly dilaporkan mengrekomendasikan Kessie kepada Jose Mourinho usai bermain bersama di Piala Afrika.

“Saya menyukai Premier League dan juga Manchester United pada khususnya, karena sejak lama saya memiliki impian bermain disana.”

franck-kessie-atalanta
kessie yang sedang mengamankan bola dari lawan

Kessie : Chelsea Bagus, Namun Saya Memiliki Mimpi Untuk Bermain di United

Gelandang Atalanta yang bernama Franck Kessie telah mengungkapkan jika dirinya memiliki niat untuk bermain di Liga Inggris. Yang mana salah satu klub impiannya yaitu Manchester United.

Pada bulan Januari lalu, Kessie merupakan gelandang terbaik di Liga Italia yang diminati oleh banyak klub-klub lain di jendela transfer lalu. Meski umurnya baru 20 tahun, jasa pemain tersebut memang layak beli karena kemampuannya yang diberikan julukan sebagai Yaya Toure di masa depan.

Bahkan kedua klub asal Inggris, Chelsea dan Arsenal itu telah menggontorkan dana sebesar 30 juta Euro kepada Atalanta untuk melepas pemain kebangsaan Pantai Gading itu, pada bulan Januari silam. Kabar terakhir kalinya, AS Roma pun terbang untuk melihat sang pemain bermain di Piala Afrika.

Ketertarikan Roma terhadap sang pemain tersebut, Kessie pun tidak mengetahui apa-apa dan mungkin tidak memperdulikannya. Dan dirinya yang mengatakan ingin bermain di Premier League.

“Saya begitu menyukai Liga Inggris, dan memiliki mimpi untuk dapat bermain bersama Manchester United,” ungkapnya.

“Chelsea memang merupakan klub yang luar biasa, mungkin sebagian pemain tidak dapat menolaknya. Namun, impian saya ingin bermain dengan Manchester United.”

Dengan hal tersebut, Juventus tampaknya akan gigit jari atas pernyataam yang dilontarkan oleh Kessie kepada awak media. Yang mana Juventus sudah kehilangan Paul Pogba selama setahun yang kini bermain bersama The Red Devils.

Milan Juara Supercoppa Italiana

Milan juara Supercoppa Italiana

Secara mengejutkan, AC Milan mampu keluar sebagai juara Supercoppa Italiana setelah berhasil mengalahkan Juventus di babak adu penalti dengan skor 4-3. Gelar juara tersebut menjadi trofi pertama di bawah tangan Vincenzo Montella.

Milan juara Supercoppa Italiana
Milan sukses keluar sebagai juara Supercoppa Italiana

Laga yang digelar di Jassim Bin Hamad Stadium, Qatar tersebut berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit pertama dibunyikan. Di menit kedelapan, striker Juventus, Mario Mandzukic mampu melesakkan tendangan keras ke gawang Milan. Namun, Gianluigi Donnarumma mampu mengantisipasinya dengan baik.

Nyonya Tua terus mengembur lini pertahanan lawan. Hingga hasilnya, pada menit ke 18, melalui tendangan pojok yang diumpan sempurna oleh Miralem Pjanic, Giorgio Chiellini sukses menanduk bola tersebut ke arah gawang Milan dan merubah papan skor menjadi 1-0.

Unggul satu gol, membuat Juventus mendominasi jalannya pertandingan. Tetapi, momentum positif tersebut harus terganggu, lantaran Alex Sandro mengalami cedera dan terpaksa digantikan oleh Patrice Evra di menit ke 33.

Momentum tersebut dimanfaatkan baik oleh pasukan i Rossoneri untuk mengembur pertahanan Juve. Alhasil, Suso dengan kualitasnya mampu memberikan umpan manis ke kotak penalti yang disambut sempurna oleh Giacomo Bonaventura dan tak mampu di antisipasi oleh Buffon. Skor 1-1 berakhir hingga babak pertama usai.

Giliran AC Milan yang memulai melakukan penyerangan ke lini pertahanan lawan di menit-menit awal babak kedua. Suso yang pada babak pertama tampil dengan sangat baik, mampu kembali merepotkan Chiellini dkk. Menit ke 58, mantan punggawa Liverpool tersebut memberikan umpan matang ke Alessio Romagnoli, namun sayang tak mampu dimaksimalkan menjadi gol.

Juventus memasukkan Paulo Dybala di menit ke 67. Hasilnya, pemain asal Argentina tersebut mampu meningkatkan intensitas permainan Nyonya Tua. Salah satu upaya Dybala yang masih mampu ditepis oleh Donnarumma terjadi pada menit 76. Dirinya menerobos lini pertahanan Milan dan melesakkan tendangan keras ke arah gawang.

Pertandingan selama 90 menit telah berakhir dan memaksa laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Namun, dua kali 15 menit, gol penentu pun tak kunjung hadir. Terpaksa, laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

I Bianconeri terlebih dahulu bertindak sebagai penendang. Claudio Marchisio sukses mengarahkan bola ke arah gawang yang tak mampu diantisipasi oleh Donnarumma. Sementara itu, Buffon mampu menebak tendangan Lapadula yang menjadi ekseutor pertama Milan.

Situasi menjadi terbalik, ketika tendangan Mandzukic hanya mengenai mistar. Setelah itu, penendang dari kedua tim mampu mencetak gol. Milan melalui Jurac Kucka, Suso dan Bonaventura. Begitu pula dengan Gonzalo Higuain dan Khedira.

Milan memastikan gelar juara Supercoppa Italiana berkat tendangan Mario Pasalic yang tak mampu dibendung oleh Buffon. Sebelum itu, tendangan Dybala sukses diantisipasi oleh Donnarumma.

Montella Berharap Mampu Mengembalikkan Kejayaan AC Milan

Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella berharap bahwa dengan kemenangan melawan Juventus di final dan berhasil keluar sebagai juara Supercoppa Italiana, mampu mengembalikkan masa-masa kejayaan AC Milan.

Vincenzo Montella
Vincenzo Montella berharap gelar juara Supercoppa Italiana menjadi momentum kebangkitan AC Milan

“Dengan momentum juara Supercoppa Italiana, tentu saya berharap dapat membantu tim kembali ke masa keemasan,” ujar Montella.

Suso: Saatnya Bangkit

Suso yang keluar sebagai Man Of The Match dalam laga final Supercoppa Italiana dan mampu mengantarkan AC Milan merengkuh trofi tersebut mengungkapkan, bahwa kemenangan tersebut adalah momentum kebangkitan.

Suso
Suso mengungkapkan bahwa saatnya AC Milan bangkit

“Tentu, dengan meraih gelar juara di akhir tahun. Terlebih kami di partai puncak mampu mengalahkan Juventus yang merupakan juara Serie A dalam empat tahun terakhir. Ini adalah momentum untuk bangkit. Bangkit AC Milan!,” ujar pemain berkebangsaan Spanyol.

Riedl Tak Ingin Mengulang Tragedi Final AFF Suzuki Cup 2010

Alfred Riedl

Tim Nasional Indonesia selangkah lagi dipastikan akan keluar sebagai juara AFF Suzuki Cup 2016, lantaran tim Garuda mampu mengalahkan Thailand pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor. Sang pelatih, Alfred Riedl mengaku masih terkenang akan kenangan buruk pada final tahun 2010 melawan Malaysia dan berharap kejadian tersebut tak terulang kembali.

Alfred Riedl
Alfred Riedl tak ingin kekalahan di Final AFF Suzuki Cup 2010 melawan Malaysia terulang kembali

Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga leg pertama melawan Thailand dengan skor 2-1. Tim Gajah Putih lebih dulu unggul melalui sundulan dari striker andalan sekaligus sang kapten, Teerasil Dangda pada menit ke 33′.

Namun, di babak kedua, pasukan Garuda mampu mengembalikkan kedudukan melalui tendangan keras Rizki Pora dari keluar kotak penalti yang sedikit membentur pemain belakangan Thailand di menit 65′ dan lima menit berselang Hansamu Yama sukses memanfaatkan umpan sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh sang pencetak gol pertama Merah Putih.

Tetapi, walau Indonesia mampu mengalahkan Thailand di laga pertama, tak membuat sang manajer, Riedl berpuas hati. Pelatih asal Austria tersebut justru masih teringat, bagaimana timnya kalah dengan skor telak 3-0 saat bertandang ke kandang Malaysia di leg pertama Final AFF Suzuki Cup 2010.

Kemudian, di leg kedua yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno, tim Garuda hanya mampu meraih kemenangan tipis, 2-1. Tentu kemenangan tersebut belum mampu mengunci gelar juara, lantaran agregat akhir menjadi 2-4. Harimau Malaya berpesta di kandang sang tetangga.

“Saya masih teringat betul bagaimana tim kami menelan kekalahan 3-0 oleh Malaysia pada leg pertama. Hal itu sangat mengecewakan bagi kami. Namun, kini kami tak ingin kenangan tersebut terulang kembali,” ujar Riedl.

“Kini, kami mendapatkan modal yang cukup baik pada leg pertama, sama seperti ketika melawan Vietnam. Tentu, kita menginginkan hasil yang sama pada leg kedua saat semifinal kemarin. Tetapi, sepakbola tak ada yang mengetahui bagaimana akan berakhir,” tambah manajer asal Austria.

“Kami juga belum dapat mengatakan bagaimana kami akan menerapkan permainan pada leg kedua. Karena terlebih dahulu kami akan melihat siapa pemain yang dalam kondisi bugar dan yang mengalami cedera,” tutup Alfred.

Tim Merah Putih akan bertanding melawan Thailand pada leg kedua pada tanggal 17 Desember 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok. Di laga tersebut, Kurnia Mega dkk hanya membutuhkan hasil imbang saja, untuk membawa pulang gelar juara AFF Suzuki Cup 2016 ke Tanah Air.

Irfan Bachdim Optimis Indonesia Keluar Sebagai Juara

Pemain asal Indonesia, Irfan Haarys Bachdim merasa senang setelah melihat timnas mampu mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 pada leg pertama final AFF Suzuki Cup 2016. Dirinya pun merasa optimis, rekan-rekannya akan mampu meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Irfan Bachdim
Irfan Bachdim optimis rekan-rekannya mampu meraih gelar juara untuk pertama kalinya

Irfan Bachdim sejatinya termasuk dalam daftar pemain yang dibawa oleh sang pelatih Alfred Riedl dalam ajang kejuaraan antar negara se Asia Tenggara tersebut. Tetapi, cedera yang menerpanya dua hari sebelum bertolak ke Filipina sebagai tuan rumah, membuat mantan pemain Consadole Sapporo, harus mengubur dalam-dalam impiannya membela timnas Garuda.

Namun, walau tak dapat bermain dan membantu rekan-rekannya di lapangan. Bachdim terus memantau setiap laganya dan memberian dukungan melalui media sosial.

“Kami adalah tim kuat. Kami mampu mengalahkan tim manapun. Terus bekerja keras demi masyarakat Indonesia. Bawa pulang piala itu untuk kami semua. Semangat!,” ujar Bachdim.

Tim Nasional Indonesia Telah Tiba Di Bangkok

Para punggawa Merah Putih dikabarkan sudah mendarat di Bangkok. Mereka langsung melakukan latihan ringan selama 15 menit. Riedl mengungkapkan bahwa latihan tersebut untuk menjaga kebugaran sang pemain, setelah mengalami perjalanan yang cukup melelahkan, yakni sekitar empat jam.

Tim Nasional Indonesia
Tim Nasional Indonesia bersiap menghadapi Thailand di leg kedua Final AFF Suzuki Cup 2016 di Bangkok

Boaz Solossa dkk, terlihat menjalani latihan ringan di Hotel Grand Fourwings, Bangkok. Dimana hotel tersebut merupakan tempat untuk para pemain timnas Garuda menginap.