Kegagalan Indonesia Di Ajang SSF Dubai, PR Untuk PBSI

PBSI

Tim bulu tangkis Tanah Air tidak mampu bersaing di ajang Badminton World Series 2016 yang digelar di Dubai sepekan lalu. Catatan tersebut membuat kemunduran bagi prestasi bulu tangkis Indonesia di tahun ini. Pasalnya, di ajang yang sama di tahun lalu, setidaknya terdapat satu gelar yang berhasil di bawa pulang ke Tanah Air.

PBSI
Para pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)

Di tahun lalu, satu-satunya perwakilan Indonesia yang sukses meraih gelar juara di ajang BWF Dubai adalah dari sektor ganda putra yang diwakilkan oleh Mohammad Ahsan berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Pasangan ganda putra Ahsan/Hendra berhasil mengalahkan ganda asal China Chai Biao/Hong Wei dengan pertempuran yang sangat ketat, 13-21, 21-14 dan 21-14.

Dengan catatan kegagalan tim bulu tangkis Indonesia di ajang tahunan tersebut, menjadikan pekerjaan rumah bagi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Achmad Budiharto selaku Sekertaris Jenderal Pengurus Pusat PBSI mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan evaluasi dan mencari solusi terbaik demi perbaikan kedepannya.

Budiharto menyatakan bahwa salah satu solusi dari PBSI untuk memperbaiki prestasi Indonesia adalah dengan penanganan cedera. “Tentu setiap tahun kami terus melakukan evaluasi. Demi meningkatkan prestasi para atlet bulutangkis Indonesia di berbagai ajang internasional,” ujar Budiharto.

Ia menambahkan, bahwa dengan pengurus yang baru, maka ada semangat yang baru pula. “Dengan para pengurus PBSI yang baru, tentu kita mengharapkan ada semangat baru. Sehingga, mampu bersaing di kancah internasional. Demi mengharumkan nama Indonesia,”  tutup Budiharto.

Para Wakil Indonesia Gagal Di BWF Dubai 2016

PBSI selaku induk tertinggi bulu tangkis di Indonesia mengirimkan empat wakilnya ke ajang Badminton World Series 2016 yang digelar di Dubai pada pekan lalu. Namun keempat wakil tersebut gagal meraih satu gelar pun.

BWF Dubai 2016
tak ada satupun wakil Indonesia yang mampu meraih gelar juara BWF Dubai 2016

Empat wakil Indonesia yang berpartisipasi di ajang bergengsi tahunan tersebut yakni, dua sektor ganda campuran dan ganda putra.

Dua ganda putra Tanah Air diwakilkan oleh Marcus Fernaldi Gideon yang berpasangan dengan Kevin Sandjaya Sukamuljo dan Ricky Karanda Suwardi bersama Angga Pratama. Keduanya berada dalam satu grup, tetapi tak ada satupun yang berhasil lolos ke fase selanjutnya. Mereka semua harus gugur di tahap kualifikasi grup.

Sementara itu, andalan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang sebelumnya menyatakan bahwa siap untuk merebut gelar juara, namun pasangan tersebut harus gugur lebih awal. Owi/Butet bahkan harus angkat koper lebih cepat (mundur). Dikarenakan Natsir harus mengalami cedera pada bagian lutut saat laga pembuka tengah berlangsung.

Dengan mundurnya Owi/Butet, pasangan ganda campuran Indonesia lainnya yakni Praveen Jordan dan Debby Susanto secara otomatis melenggang ke tahap berikutnya. Lantaran, pasangan peraih gelar juara All England 2016 tersebut pada laga pertama meraih kemenangan.

Tetapi sayang, satu-satunya wakil Tanah Air yang lolos dari penyisihan grup tersebut harus takluk oleh wakil Inggris Chris Adcock dan Gabriel Adcock. Dimana lawan mereka adalah pasangan suami istri.

Debby: Maaf kami tak dapat melaju ke babak selanjutnya.

Pasangan Praveen/Debby yang menjadi wakil Indonesia satu-satunya di tahap gugur, harus takluk di tangan pasangan Inggris. Debby pun meminta maaf kepada pelatih dan terlebih masyarakat Indonesia. Lantaran tak mampu melangkah lebih jauh dan membawa gelar juara.

Praveen/Debby
Praveen/Debby tak mampu bicara banyak di ajang BWF Dubai 2016

“Kami berdua mohon maaf kepada pelatih, terutama seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kami tak mampu meraih gelar juara. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami. Supaya kedepannya mampu tampil lebih baik,”  ujar Debby.

Riedl Tak Ingin Mengulang Tragedi Final AFF Suzuki Cup 2010

Alfred Riedl

Tim Nasional Indonesia selangkah lagi dipastikan akan keluar sebagai juara AFF Suzuki Cup 2016, lantaran tim Garuda mampu mengalahkan Thailand pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor. Sang pelatih, Alfred Riedl mengaku masih terkenang akan kenangan buruk pada final tahun 2010 melawan Malaysia dan berharap kejadian tersebut tak terulang kembali.

Alfred Riedl
Alfred Riedl tak ingin kekalahan di Final AFF Suzuki Cup 2010 melawan Malaysia terulang kembali

Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga leg pertama melawan Thailand dengan skor 2-1. Tim Gajah Putih lebih dulu unggul melalui sundulan dari striker andalan sekaligus sang kapten, Teerasil Dangda pada menit ke 33′.

Namun, di babak kedua, pasukan Garuda mampu mengembalikkan kedudukan melalui tendangan keras Rizki Pora dari keluar kotak penalti yang sedikit membentur pemain belakangan Thailand di menit 65′ dan lima menit berselang Hansamu Yama sukses memanfaatkan umpan sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh sang pencetak gol pertama Merah Putih.

Tetapi, walau Indonesia mampu mengalahkan Thailand di laga pertama, tak membuat sang manajer, Riedl berpuas hati. Pelatih asal Austria tersebut justru masih teringat, bagaimana timnya kalah dengan skor telak 3-0 saat bertandang ke kandang Malaysia di leg pertama Final AFF Suzuki Cup 2010.

Kemudian, di leg kedua yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno, tim Garuda hanya mampu meraih kemenangan tipis, 2-1. Tentu kemenangan tersebut belum mampu mengunci gelar juara, lantaran agregat akhir menjadi 2-4. Harimau Malaya berpesta di kandang sang tetangga.

“Saya masih teringat betul bagaimana tim kami menelan kekalahan 3-0 oleh Malaysia pada leg pertama. Hal itu sangat mengecewakan bagi kami. Namun, kini kami tak ingin kenangan tersebut terulang kembali,” ujar Riedl.

“Kini, kami mendapatkan modal yang cukup baik pada leg pertama, sama seperti ketika melawan Vietnam. Tentu, kita menginginkan hasil yang sama pada leg kedua saat semifinal kemarin. Tetapi, sepakbola tak ada yang mengetahui bagaimana akan berakhir,” tambah manajer asal Austria.

“Kami juga belum dapat mengatakan bagaimana kami akan menerapkan permainan pada leg kedua. Karena terlebih dahulu kami akan melihat siapa pemain yang dalam kondisi bugar dan yang mengalami cedera,” tutup Alfred.

Tim Merah Putih akan bertanding melawan Thailand pada leg kedua pada tanggal 17 Desember 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok. Di laga tersebut, Kurnia Mega dkk hanya membutuhkan hasil imbang saja, untuk membawa pulang gelar juara AFF Suzuki Cup 2016 ke Tanah Air.

Irfan Bachdim Optimis Indonesia Keluar Sebagai Juara

Pemain asal Indonesia, Irfan Haarys Bachdim merasa senang setelah melihat timnas mampu mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 pada leg pertama final AFF Suzuki Cup 2016. Dirinya pun merasa optimis, rekan-rekannya akan mampu meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Irfan Bachdim
Irfan Bachdim optimis rekan-rekannya mampu meraih gelar juara untuk pertama kalinya

Irfan Bachdim sejatinya termasuk dalam daftar pemain yang dibawa oleh sang pelatih Alfred Riedl dalam ajang kejuaraan antar negara se Asia Tenggara tersebut. Tetapi, cedera yang menerpanya dua hari sebelum bertolak ke Filipina sebagai tuan rumah, membuat mantan pemain Consadole Sapporo, harus mengubur dalam-dalam impiannya membela timnas Garuda.

Namun, walau tak dapat bermain dan membantu rekan-rekannya di lapangan. Bachdim terus memantau setiap laganya dan memberian dukungan melalui media sosial.

“Kami adalah tim kuat. Kami mampu mengalahkan tim manapun. Terus bekerja keras demi masyarakat Indonesia. Bawa pulang piala itu untuk kami semua. Semangat!,” ujar Bachdim.

Tim Nasional Indonesia Telah Tiba Di Bangkok

Para punggawa Merah Putih dikabarkan sudah mendarat di Bangkok. Mereka langsung melakukan latihan ringan selama 15 menit. Riedl mengungkapkan bahwa latihan tersebut untuk menjaga kebugaran sang pemain, setelah mengalami perjalanan yang cukup melelahkan, yakni sekitar empat jam.

Tim Nasional Indonesia
Tim Nasional Indonesia bersiap menghadapi Thailand di leg kedua Final AFF Suzuki Cup 2016 di Bangkok

Boaz Solossa dkk, terlihat menjalani latihan ringan di Hotel Grand Fourwings, Bangkok. Dimana hotel tersebut merupakan tempat untuk para pemain timnas Garuda menginap.